Mempercayai atau Memercayai, Mana yang Tepat?

Sudah bukan rahasia lagi bahwa bahasa Indonesia terkadang membingungkan kita, terutama dalam penulisan kata yang hampir mirip bunyinya seperti kata mempercayai dan memercayai. Beberapa orang seakan memiliki pandangan berbeda, ada yang meyakini penulisan mempercayai yang benar dan ada pula yang lebih condong ke memercayai. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang kedua penulisan tersebut dan mencari tahu mana yang sebenarnya benar.

The Right Spelling: Mempercayai atau Memercayai?

1. Pengantar

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang indah dan unik. Namun, terkadang ada masalah ortografi dan penulisan yang membingungkan banyak orang. Salah satu masalah penulisan yang sering membuat bingung adalah mempercayai atau memercayai. Kedua kata tersebut terdengar serupa, namun apakah benar keduanya bisa digunakan secara bergantian?

2. Mempercayai atau Memercayai?

Jawabannya sederhana: keduanya benar. Mempercayai adalah bentuk yang lebih umum digunakan pada bahasa Indonesia formal dan tulisan resmi, sedangkan memercayai adalah bentuk yang lebih populer pada bahasa Indonesia sehari-hari dan percakapan biasa.

3. Arti Mempercayai dan Memercayai

Sebelum memahami perbedaan keduanya, kita perlu mengetahui arti dari keduanya. Mempercayai dan memercayai memiliki makna yang serupa, yaitu meyakini atau memiliki keyakinan atas sesuatu atau seseorang.

4. Kelebihan Mempercayai

Mempercayai digunakan pada bahasa Indonesia formal dan tulisan resmi seperti surat, laporan, atau dokumen formal lainnya. Kelebihan dari mempercayai adalah kata ini lebih baku dan netral, sehingga memudahkan pembaca atau pendengar untuk memahami pesan yang disampaikan.

5. Kelebihan Memercayai

Memercayai digunakan pada bahasa Indonesia sehari-hari dan percakapan biasa. Kelebihan dari memercayai adalah kata ini lebih akrab dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Penggunaan kata ini juga membuat kalimat atau tuturan terdengar lebih natural dan informal.

6. Contoh Kalimat dengan Mempercayai

Contoh penggunaan mempercayai dalam kalimat formal: “Saat ini, kami mempercayai Anda sebagai pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan yang bijak dan tepat.”

Contoh penggunaan mempercayai dalam kalimat informal: “Aku tidak mempercayai temanmu itu, dia terlalu licik.”

7. Contoh Kalimat dengan Memercayai

Contoh penggunaan memercayai dalam kalimat formal: “Kami memercayai laporan dari lembaga ini sebagai sumber yang akurat dan terpercaya.”

Contoh penggunaan memercayai dalam kalimat informal: “Saya memercayai kamu, jadi tolong jangan mengecewakan saya.”

8. Pertimbangkan Konteks

Pemilihan antara mempercayai dan memercayai sebaiknya ditentukan berdasarkan konteks penggunaan. Perlu diperhatikan jenis tulisan atau pembicaraan serta audiens yang akan menerima pesan.

9. Penutup

Mempercayai dan memercayai adalah bentuk penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia. Keduanya memiliki arti yang hampir sama, tetapi penggunaannya bergantung pada situasi dan konteksnya. Jadi, ketika Anda menulis atau berbicara dalam bahasa Indonesia, pastikan untuk memilih bentuk yang tepat sesuai kebutuhan dan situasi.

10. Kesimpulan

Dalam bahasa Indonesia, mempercayai dan memercayai adalah bentuk penulisan yang benar. Kedua kata tersebut memiliki arti yang hampir sama dan digunakan pada situasi yang berbeda. Ketika kita ingin menentukan bentuk yang tepat, kita harus mempertimbangkan jenis tulisan atau pembicaraan serta audiens yang akan menerima pesan. Semoga penjelasan ini membantu Anda menghindari kesalahan penulisan dalam bahasa Indonesia.

Setelah membahas definisi dan arti dari kata “Mempercayai” dan “Memercayai,” kini saatnya kita membahas lebih dalam mengenai mana penulisan kata yang benar. Meskipun terkesan sepele, penulisan kata yang benar sangatlah penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan mengubah makna dari kalimat itu sendiri.

1. Asal-usul Penulisan Kata


Sebelum membahas lebih lanjut mengenai mana penulisan kata yang benar, sebaiknya kita melihat terlebih dahulu asal-usul dari penulisan kata tersebut. “Mempercayai” dan “Memercayai” berasal dari kata dasar “Percaya.” Kedua kata tersebut merupakan kata kerja transitif yang artinya memerlukan objek dalam kalimat. Namun, perbedaan terletak pada prefiks “Me-” dan “Me+Me-“.

2. Prefiks Me-


Prefiks “Me-” artinya melakukan atau mengerjakan sesuatu terhadap objek yang menjadi benda dari kata yang digunakan. Misalnya, “Mempercayai” artinya melakukan tindakan mempercayai terhadap objek yang menjadi kata objeknya.

3. Prefiks Me+Me-


Sedangkan, prefiks “Me+Me-” artinya melakukan tindakan yang saling bertukar pada objek yang menjadi kata objek. Dalam hal ini, “Memercayai” artinya melakukan tindakan saling percaya atau mempercayai satu sama lain.

4. Aturan Ejaan KBBI


Aturan ejaan KBBI menyatakan bahwa penulisan kata “Mempercayai” adalah yang benar. Ini karena “Me-” sudah cukup untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan terhadap objek. Sedangkan penulisan “Memercayai” dianggap salah karena terdapat prefiks “Me+Me-” yang sebenarnya tidak perlu.

5. Makna yang Berbeda


Meskipun kedua kata tersebut memiliki arti yang mirip, namun terdapat perbedaan makna yang cukup signifikan. “Mempercayai” memiliki makna melakukan tindakan mempercayai atau meyakini sesuatu terhadap objek yang menjadi kata objeknya. Sedangkan “Memercayai” memiliki makna saling percaya atau mempercayai satu sama lain.

6. Pemakaian dalam Kalimat


Agar tidak salah dalam pemakaian kedua kata tersebut, sebaiknya perhatikan objek yang menjadi benda dari kata tersebut. Bila objek yang dimaksud hanya satu, maka gunakan kata “Mempercayai.” Namun, bila terdapat objek yang saling mempercayai atau mempercayakan satu sama lain, maka gunakan kata “Memercayai.”

7. Contoh Penggunaan “Mempercayai”


Contoh penggunaan kata “Mempercayai” dalam kalimat adalah “Saya mempercayai bahwa produk ini berkualitas.” Dalam kalimat tersebut, objek yang dimaksud adalah bahwa produk tersebut berkualitas.

8. Contoh Penggunaan “Memercayai”


Contoh penggunaan kata “Memercayai” dalam kalimat adalah “Kami saling memercayai satu sama lain dalam projek ini.” Dalam kalimat tersebut, objek yang dimaksud adalah diri sendiri dan pihak lain yang saling mempercayai.

9. Bahasa Gaul


Dalam penggunaan bahasa gaul, terkadang kedua kata tersebut digunakan secara bergantian sebagai variasi dalam penulisan. Namun, perlu diingat bahwa dalam penulisan resmi, sebaiknya gunakan kata yang benar menurut aturan ejaan KBBI yaitu “Mempercayai.”

10. Kesimpulan


Dalam penulisan bahasa Indonesia, sebaiknya gunakan penulisan yang benar menurut aturan ejaan KBBI. Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa penulisan yang benar untuk kata “Percaya” yang diberi prefiks Me- adalah “Mempercayai,” sedangkan penulisan “Memercayai” dianggap salah menurut aturan ejaan KBBI. Namun, perlu diperhatikan objek yang menjadi benda dari kata tersebut agar tidak salah dalam pemakaiannya dalam kalimat.

Mempercayai atau Memercayai, Mana yang Tepat untuk Digunakan?

Setelah kita membahas tentang definisi kedua istilah tersebut dan fakta bahwa keduanya berasal dari kata dasar yang sama, yaitu “percaya,” sekarang saatnya untuk mengetahui mana yang seharusnya digunakan dalam penulisan.

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dalam kamus resmi bahasa Indonesia, KBBI, penulisan yang benar adalah “mempercayai.” Karenanya, penggunaan “mempercayai” seharusnya lebih sering digunakan dan dijadikan panduan dalam menulis.

2. Di mana Penulisan Digunakan

Walau keduanya berasal dari kata dasar yang sama, “mempercayai” lebih sering digunakan dalam penulisan yang formal, seperti surat resmi, akademik, dan karya sastra. Namun, “memercayai” biasanya lebih sering digunakan dalam bahasa lisan atau informal.

3. Perbedaan Bentuk dalam Bahasa Daerah

Dalam beberapa bahasa daerah di Indonesia, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Misalnya, dalam bahasa Jawa, kata “mempercayai” diubah menjadi “niparke,” sedangkan “memercayai” diubah menjadi “nampi.”

4. Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Sebagai contoh, kalimat yang tepat adalah “Saya mempercayai kamu” dan “Saya hanya bisa memercayai omonganmu.” Namun, jika kita merubah kalimat tersebut menjadi “Saya memercayai kamu,” sebenarnya tidak salah secara grammar, hanya saja penggunaannya lebih cenderung dalam bahasa lisan dan informal.

Mempercayai Memercayai
Digunakan dalam penulisan formal Digunakan dalam bahasa lisan
Muncul pada kalimat-kalimat resmi dan akademik Muncul pada kalimat-kalimat dalam percakapan sehari-hari
Memiliki bentuk yang sama di berbagai bahasa daerah Mempunyai perbedaan bentuk di beberapa bahasa daerah

Dari beberapa poin di atas, ada baiknya untuk menggunakan “mempercayai” dalam penulisan yang formal dan “memercayai” dalam bahasa lisan atau informal. Namun, ada juga kasus di mana kedua bentuk dapat saling bertukar. Oleh karena itu, lebih baik untuk menyesuaikan konteks dan situasi penggunaannya. Yang terpenting, gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Untuk mengetahui perbedaan penulisan kata “mempercayai” atau “memercayai”, beberapa contoh penggunaannya bisa dilihat di artikel Kompas.

Sampai Jumpa Lagi

Sekian artikel tentang mempercayai atau memercayai yang benar. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam menulis kalimat yang sesuai dengan ejaan yang benar. Terima kasih telah membaca sampai selesai, jangan lupa bookmark atau simpan website kami untuk membaca artikel menarik lainnya. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *